<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="http://mbkpos.yolasite.com/politik.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>politik</title>
        <description>politik</description>
        <link>http://mbkpos.yolasite.com/politik.php</link>
        <lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 04:06:20 +0100</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
        <item>
            <title>Terkait Rusuh Ampera, Sonny Keraf Ditangkap</title>
            <link>http://mbkpos.yolasite.com/politik/terkait-rusuh-ampera-sonny-keraf-ditangkap</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;VIVAnews - Kepolisian menangkap Sonny Keraf (25), salah satu 
tersangka kerusuhan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, akhir September 
lalu yang menewaskan tiga orang. Tersangka ditangkap di salah satu rumah
 kerabatnya, setelah sempat menjadi buronan selama dua pekan.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wakil Kepala Kepolisian Resor Ende, Komisaris Hary Mulyanto, yang 
dihubungi Senin 11 Oktober 2010, mengatakan, tersangka ditangkap Sabtu 
lalu, dan telah diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan selanjutnya.&amp;nbsp; 
“Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Dia tangkap oleh 
sebuah tim gabungan dari Mabes Polri, Polda NTT dan Polres Ende,” kata 
Mulyanto.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tersangka ditangkap di sebuah rumah di Jalan Udayana Ende yang 
didiuga kuat sebagai tempat persembunyiannya selama dalam pelarian. 
“Tersangka sudah dibawa ke Jakarta untuk selanjutnya diperiksa tim 
penyidik Polda Metro Jaya,” ujar Mulyanto.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari hasil pemeriksaan diketahui, tersangka yang memiliki nama mirip
 mantan Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf itu tercatat sebagai warga 
Kelurahan Fontein, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. “Dia mengakui selama 
ini bekerja di Jakarta dan baru melarikan diri ke Ende pasca kerusuhan 
menggunakan pesawat komeril dari Jakarta melalui Denpasar dan 
selanjutnya ke Ende,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kerusuhan di Jalan Ampera terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta
 Selatan Rabu 29 September lalu. Bentrokan berdarah antara dua geng di 
depan Pengadilan yang menyidangkan kasus pembunuhan di diskotik Blowfish
 ini menewaskan tiga orang sehingga polisi kemudian menetapkan pula 
empat orang baru sebagai tersangka.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari keterangan para tersangka, mereka adalah kelompok yang datang 
menggunakan kendaraan umum dan melakukan penyerangan. Mereka datang 
karena dendam terhadap terdakwa kasus Blowfish.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sakit hati dan mereka kemudian mengumpulkan orang dan melakukan 
penyerangan,&quot; ujar Boy Rafli Amar, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat 
Polda Metro Jaya, Senin 4 Oktober.&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Mon, 11 Oct 2010 04:15:34 +0100</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Dewan Pers: Penjemputan Paksa Erwin Tak Masuk Akal</title>
            <link>http://mbkpos.yolasite.com/politik/dewan-pers-penjemputan-paksa-erwin-tak-masuk-akal</link>
            <description>
 
 

 &lt;div class=&quot;media&quot;&gt;
 
 &lt;div class=&quot;media-item media-double&quot;&gt;
 &lt;a class=&quot;&quot; href=&quot;http://id.news.yahoo.com/tmpo/20101011/img/pid-1286747840-283767-0-tmp-00960488d6460.html&quot;&gt;&lt;img class=&quot;yui-img&quot; src=&quot;http://d.yimg.com/hb/ng/co/tmpo/20101011/04/3163222411-dewan-pers-penjemputan-paksa-erwin-tak-masuk-akal.jpg?x=213&amp;amp;y=121&amp;amp;sig=6urV6NPs3y_OPnMsh7NwKg--&quot; title=&quot;Dewan Pers: Penjemputan Paksa Erwin Tak Masuk Akal&quot; width=&quot;213&quot; height=&quot;121&quot;&gt;&lt;/a&gt;
 &lt;cite class=&quot;caption&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11px;&quot; tag=&quot;span&quot; class=&quot;yui-tag-span yui-tag&quot;&gt;Dewan Pers: Penjemputan Paksa Erwin Tak Masuk Akal&lt;/span&gt;&lt;/cite&gt;
 &lt;/div&gt; 
 
 &lt;/div&gt; 

 &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jakarta - MBK POS : Ketua Dewan Pers Bagir Manan menyatakan,
 penjemputan paksa Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin 
Arnada, oleh pihak kejaksaan tak masuk akal.&quot;Kami sudah sepakat, 
kepolisian, kejaksaan, dan tim advokat untuk menyerahkan Erwin, bukan 
ditangkap seperti kata mereka (kejaksaan),&quot; katanya kemarin.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pihak kejaksaan, kata Bagir, sudah diberi tahu untuk selalu 
melakukan koordinasi menyangkut kasus majalah Playboy. Hal ini karena 
kepergian Erwin ke Bali sepengetahuan Dewan Pers. Bahkan kepulangannya 
ke Jakarta memenuhi panggilan kejaksaan, &quot;Juga atas sepengetahuan Dewan 
Pers.&quot;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pihak kejaksaan menjemput paksa Erwin di Bandar Udara 
Soekarno-Hatta, Sabtu (9 Oktober), sepulang dari Bali. Kepala Kejaksaan 
Jakarta Selatan M. Yusuf mengatakan, penjemputan paksa itu didasari 
surat penangkapan paksa.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Erwin divonis dua tahun penjara oleh Mahkamah Agung atas penerbitan 
Playboy Indonesia. Dia bersalah karena menyiarkan tulisan, gambar, dan 
benda yang melanggar unsur kesopanan sebagaimana diatur dalam hukum 
pidana.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penahanan Erwin dikritik pendiri majalah Playboy, Hugh Hefner. &quot;Saya
 rasa penahanan editor Playboy edisi Indonesia adalah sebuah parodi bagi
 keadilan,&quot; tulisnya di akun situs Twitter @HughHefner, atas pernyataan 
pengguna, kemarin.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hefner juga menuliskan status Twitter-nya, &quot;Menyenangkan rasanya 
melihat banyaknya dukungan untuk editor Playboy yang ditahan di 
Indonesia.&quot;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hefner adalah pendiri majalah Playboy di Amerika Serikat. Majalah itu terbit sejak 1949.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Imam Wahyudi menyatakan 
perlunya sosialisasi Undang-Undang Pers kepada aparatur negara. Sebab, 
&quot;Masih banyak aparatur negara, seperti kepolisian dan kejaksaan, tidak 
mengetahui dengan jelas undang-undang ini.&quot;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seharusnya permasalahan yang menyangkut pemberitaan dan pers merujuk pada undang-undang ini, &quot;Bukan pidana,&quot; kata Imam.&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ihwal tudingan menyebarkan pornografi, Erwin menolaknya. &quot;Tak ada 
gambar yang tak sesuai kesusilaan. Begitu juga tulisan. Majalah Playboy 
yang di sini disesuaikan dengan budaya sini,&quot; katanya, pekan lalu. &quot;Kami
 lebih menekankan pada bobot tulisan, bukan gambar-gambar &quot;begitu&quot;. 
Playboy itu hanya branding saja.&quot;&lt;/p&gt;</description>
            <pubDate>Mon, 11 Oct 2010 04:14:09 +0100</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
